Sabtu, 15 Oktober 2011

Selalu Ada Saat Yang Pertama Kali


Siapa yang tahu Soroako?. Kalau anda (atau mungkin sebagian besar dari kita) tidak tahu tentang Soroako ya wajar saja. Soroako merupakan sebuah desa kecil di Sulawesi Selatan, tepatnya di Kecamatan Nuha, Kabubaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Kota-sengaja saya sebut “kota” biar kerenan dikit- ini memang tidak begitu ngetop apalagi jika dibandingkan dengan primadonanya Sulawesi selatan seperi Makasar dan Toraja. Tetapi asal tahu saja kalau semenjak ada perusahaan tambang internasional di kota itu, soroako menjadi salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan saat melancong ke Sulawesi Selatan.
Perjalanan ke Soroako dari Makasar dengan transportasi umum dapat dicapai dengan dua cara. Pertama yaitu dengan bis malem yang ditempuh selama kurang lebih 12 jam. Dan pesawat jenis Foker 50 (yang merupakan satu-satunya pesawat yang menjangkau Soroako) merupakan alternatif lain mencapai soroako dengan lama perjalanan selama kurang lebih satu jam. Saat ke Soroako saya naik pesawat, tentu saja karena dibiayai perusahaan. Kalau bayar sendiri sih, beeeehh mahal gila, alias kudu punya kantong tebel. Naik foker 50 cukup membuat saya deg-degan. Rasanya seperti melayang-layang di udara, seperti naik mobil Xenia sendirian, gampangnya kaya naik motor kenceng melewati tanjakan trus tiba-tiba turun. Dan itu berlangsung gak cuman sekali. Aplagi saat mau take-off dan landing, beeeehhh. Untuk anda yang punya masalah dengan kesehatan jantung, sebaiknya anda naik bis biar aman. Yah walaupun harus menyusuri jalan-jalan di sulawesi yang masih sepi selama 12 jam.
Saat itu saya tinggal di kawasan perumahan karyawan perusahaan yang begitu asri dengan view Danau Matano yang dapat dilihat langsung dari depan rumah. Fasilitasnyapun lumayan juga. Jauh lebih bagus daripada hotel-hotel kelas melati. Ada TV LCD 29 inci, spring bed yang nyaman lengkap dengan bed cover, kamar mandi yang suhu airnya bisa diatur, room service dan laundri, mobil dan driver yg standby ( tinggal call aja ), lengkap pokoknya. Fasilitas publik di sinipun tidak main-main. Dari mulai lapangan berbagai macam olahraga, tempat fitness, sampai lapangan golfpun ada. Jogging trek sepanjang jalan di soroako, hotel, rumah sakit, lengkap pokoknya (lagi). Untuk saya yang notabennya ndeso fasilitas ini cukup wah, apalagi jika dibandingkan kos-kosan saya. Beeeehh jauh banget.
Saat pertama kali menginjakan kaki di Soroako, saya agak takjub dengan kebiasaan orang-orang disini. Betapa orang begitu mematuhi rambu-rambu lalu lintas di sini. Sehingga hampir tidak ada kendaraan yang melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan, tidak melebihi kapasitas penumpang, dan semua orang dalam mobil harus menggunakan sabuk pengaman. Saat menerima SMS ataupun telfon saat berekendara, maka harus langsung menepi dan berhenti untuk membaca atau mengangkatnya. Dan betapa orang dimaki-maki hanya karena membuang sampah sembarangan. Keadaan ini memang hanya berlangsung di sekitar perusahaan pertambangan saja. Ini adalah pengaruh dari kebijakan perusahaan yang ketat. Tetapi semoga saja kebiasaan baik ini dapat meluas ke seluruh sulawesi selatan, khususnya di daerah Soroako dan sekitarnya.

1 komentar:

    Blogger news

    Blogroll

    About